Selasa, 28 Desember 2010

Primitive Runaway ala Baduy Dalam

Mau ngerasain hidup yang harmonis dengan alam? Bebas hirup nafas tanpa terkontaminasi asap knalpot? Bengong tanpa terganggu suara panggilan dari Bos? Ngobrol ngalor-ngidul tanpa tema gosip selebriti ter-update? What a wonderful life... 
Itulah yang saya rasain waktu nge-trip ke Baduy dan mencicipi hidup ala mereka selama 2 hari.


24 Desember 2010, 8.10-10.00, St. Tanah Abang-St. Rangkas Bitung
Kereta Rangkas Jaya jurusan Rangkas Bitung sukses membawa saya bersama 17 teman-teman dari FBI (Forum Backpacker Indonesia) memulai petualangan ini, yang dikomandoi oleh Dani. Nggak salah milih dia jadi sang ketua, secara sudah 5x bolak-balik ke Baduy. Saya sih curiganya dia mau nengok anak istri kali ya disana. So, kita semua jadi pengiringnya melepaskan rindunya (hehe...piss bro!).
Berangkat jam 8.10 dari St. Tanah Abang, sampai Rangkas Bitung sekitar jam 10.00. Tapi ternyata elf yang kita sewa belum datang. Muncullah jiwa keibuan kita (kita disini maksudnya nggak termasuk yang cowokicowok lho!) setelah dapat info kalo diseberang stasiun itu ada pasar. It's time for shopping! ;)

11.00-13.00, St.Rangkas Bitung-Ciboleger

Sekitar jam 11 siang, kita berangkat dari Stasiun Rangkas Bitung menuju Ciboleger. Perjalanan sekitar 2 jam plus mampir buat sholat Jum'at. Sampai Ciboleger, kita mampir ke rumah makannya Pak Agus Bule (koordinator guide Baduy). Ternyata guide-guide kita sudah nunggu disitu. Ups...kirain anak panti asuhan mana, seragaman gitu bajunya (hehe...).


 Sanip, Armani, Sapri, Juli dalam baju kebesarannya


13.30-18.00, Ciboleger-Cibeo
It's trekking time! Petualangan dibuka dengan beberapa anak tangga menuju perkampungan Baduy Luar untuk lapor dan bayar tiket masuk Baduy. Tanjakan pertama, nafas mulai putus-nyambung-putus-nyambung. Keliatan yang nggak pernah olahraga (termasuk saya!). Satu persatu ransel mulai berpindah bahu. Jalan aja susah, apalagi sambil gendong ransel! Tapi... aku bertahan karna ku yakin pada pendirianku (sambil nyanyi lagunya Rio Febrian). Dan...eng-ing-eng... saya sanggup bawa ransel sampe Cibeo (yipppiiii...). Walaupun selanjutnya nyerah juga (hehe...)

Mendaki gunung

Lewati lembah
Sungai mengalir indah ke samudra
Bersama teman bertualang
Tempat yang baru belum pernah terjamah
Slalu waspadalah kalau berjalan
Siap menolong orang dimana saja








 The trully trekking

Cibeo
Hari mulai gelap saat kita menginjakkan kaki di Cibeo. Ternyata rame banget! Hampir tiap rumah disana penuh sama pendatang kayak kita. Selama perjalanan ketemu rombongan ibu-ibu & bapak-bapak pembina pramuka se-Serang. Rambut boleh ubanan, muka boleh penuh kerutan, tapi semangatnya...salut deh! 10 jempol buat mereka.
Hal pertama yang saya lakukan sampe di rumah Juli, tempat kita nginap, adalah ngelurusin badan! Gila...bener2 perjalanan yang dahsyat! Bisa pules tuh rebahan di tiker bambu kalo nggak inget badan yang baunya sangat aduhai. Kayaknya asyik deh capek-capek begini mandi air hangat di bath tub (ngimpi!...hehe).
Mandi di sungai? Siapa takut! Disini baru keliatan noraknya. Kita disuruh bawa sarung buat mandi. Trus caranya gimana? 5 menit pertama ganti baju dengan sarung, 5 menit kedua cuci-cuci muka, 5 menit ketiga mulai ribut gimana cara mandinya. Karena sungainya dangkal, cuma semata kaki, jadi nggak semua badan bisa kerendem. Mulailah ritual mandi ala bidadari-nya Jaka Tarub (kebetulan yang mandi disitu cewek ber-7). Siram sana-siram sini, eh sampe ketagihan. Padahal airnya dingin banget lho! Abis mandi rame lagi (maklum cewek-cewek!), bingung gimana caranya ganti sarung basah dengan baju kering. Mau tau caranya? PM yah...hehe...
Selanjutnya, makan-makan bekal dari rumah plus ngobrol-ngobrol sama Juli & Sapri. Udah kayak artis sama wartawan infotainment deh! Mungkin mereka eneg juga kali, pertanyaannya itu lagi-itu lagi. Untungnya mereka baik dan tidak sombong serta gemar menabung (lho?...). Ga sangka, ternyata Juli udah keliling Jabotabek lho.  Bahkan saya aja nggak tau semua tempat yang dia kunjungin. Salutnya lagi, dia JALAN KAKI! Amazing... 
Jam 9-an, mereka undur diri, nggak tega kali ngeliat kita-kita yang tak berdaya ini. Saya langsung cari posisi. Tidur di rumah panggung ternyata ribet juga. Tiap bergerak pasti bunyi. Kreeekkk... Yang pasti dingiiiin banget. Udara malam bebas keluar masuk lewat celah-celah bilik. Brrrrr...
Sayangnya, di Cibeo kita dilarang buat ambil foto karena termasuk wilayah Baduy Dalam. Padahal suasananya indah banget disini. Apalagi orang-orangnya, enak dilihat gitu. Kulitnya rata-rata putih merona. Saya yang sudah rajin luluran aja belum juga bisa semulus mereka. Malah keliatannya lebih terawat kulit mereka dibanding saya. Apa ya rahasianya? *thinking2.com*

25 Desember 2010, 7.30-10.30, Cibeo-Jembatan Akar
Trekking part 2. Mantab bro! Ternyata medan yang kita lewatin lebih menantang dari yang sebelumnya. Tanjakan lebih terjal, turunan lebih curam, plus lewatin tanah-tanah yang licin. Kaki udah mulai terbiasa, capek sih tapi nggak sekaget kemarin.
Jembatan akar adalah jembatan yang terbuat dari akar (ya iyalah!). Alamiah banget dari akar yang saling terhubung. Supaya memudahkan untuk dilewati, maka ditambahin bambu-bambu tempat berpijak. Keren banget deh!
Pose andalan ABG Baduy (generasi biru juga nih!)

11.30-14.30, Jembatan Akar-Kedu Ketug

Perjalanan dilanjutkan melihat langit mulai mendung. Buru-buru kita meninggalkan jembatan akar mengingat medan yang pasti bakalan lebih berat kalo abis diguyur hujan. Bener aja, baru sejam-an kita jalan hujan turun. Rintik-rintik, tapi lumayan bikin basah. Sambil nunggu hujan, kita mampir di warung buat menyapu bersih perbekalan yang dibawa. Plus kopi panas yang bikin suasana seimbang tepat ja... ups, salah jargon! 
Selanjutnya, medan yang dilewati nggak sedahsyat yang sebelumnya. Lewat pemukiman di luar baduy. Rumah yang udah terbilang modern dengan peralatan elektronik. Sayang, dari sekian warung yang kita tanya, nggak ada yang jual es. Padahal punya kulkas. Jangan-jangan dipake buat simpen beras lagi? hehe...
Sampai di Kedu Ketug, istirahat sebentar dan saya langsung ke cari lauk buat makan malam di warungnya Pak Agus Bule. Untung jarak dari Kedu Ketug ke Ciboleger deket, cuma sekitar 200 m. Disitu udah banyak orang-orang Baduy yang baru selesai tugas jadi guide rombongan lain. Sumringah banget pas pembagian fee. Nggak seberapa yang mereka dapat, tapi sikap yang bikin gue malu. Betapa kurang bersyukurnya saya selama ini. Astaghfirullah!

Kedu Ketug

Malam kedua, kita menginap disini. Walau masih kawasan Baduy, tapi masih bisa rasain hawa modernisasi. Persis disamping rumah tempat menginap, ada rumah yang teras depannya dipasang TV dan tersedia stop kontak buat charge HP. Bebas buat masyarakat sekitar. ABG disana suka banget sinetron-sinetron. Sambil nonton, HP mereka sahut-sahutan bunyi SMS masuk. Makin malam tambah makin rame. Dari anak-anak, ABG, ibu-ibu sampai bapak-bapak nggak ketinggalan buat menikmati satu-satunya 'kotak mimpi' itu. Anehnya, nggak ada yang keberatan sama channel yang udah on. Beda banget sama rumah saya, yang saban hari pasti terjadi perang remote TV.

26 Deseber 2010, 07.00-10.00, Ciboleger-St.Rangkas Bitung

Hard to say goodbye!
Dimanapun, kapanpun, dengan siapapun, selalu berat bagi saya untuk lewatin yang namanya perpisahan. 2 hari merasakan hidup bersama mereka dan menjadi bagian dari mereka, membuka lebar mata kepala dan hati saya. Sungguh, banyak pelajaran yang saya dapat dari mereka. Kesederhanaan, komitmen, semangat, kerja keras, ketulusan, kepasrahan, cinta pada alam, rasa bersyukur, etc. Berat rasanya tinggalin kehidupan yang harmonis ini. Hiks...
Suatu saat saya harus kembali lagi kesana. Menemukan sekeping hati yang masih tertinggal disana. Yang enggan untuk pulang. Tapi mungkin nggak dalam waktu dekat ya. Harus reparasi otot-otot betis saya yang udah meringkel nggak jelas ini (hehe...)


10.10-12.00, St.Rangkas Bitung-St.Tanah Abang
Kereta Rangkas Jaya mengembalikan saya ke kehidupan hiruk pikuk ibu kota. Penuh dengan kebisingan, polusi, dan kamuflase. Ya sudahlah, jalani aja...


Special thank's to Juli, Sapri, Armani, dkk
And FBI team, nice trip with u all guys!

RenieZ 
   

Selasa, 21 Desember 2010

Sawarna, The Hidden Paradise

Mungkin sok tau juga ya. Tapi pas gue coba browsing kata 'Sawarna' di mbah Google. Kata2 seperti di judul ini yang muncul. Gue coba buktikanlah dengan melihat langsung pakai mata kepala gue sendiri. Cuma sekedar ungkapan atau emang Tuhan telah meletakkan sepotong surga-Nya di bumi untuk kita nikmati. So, cekidot...
Perjalanan dimulai dari meeting point di Balai Sarbini, 17 Desember 2010, jam 9 malem. Ternyata yang lumayan banyak yang tertarik gabung, 26 orang saja. Jam 10-an kita meluncur ke TKP pake miniarta. Wow, dah berasa kaya' study tur waktu SD dulu ;)
Ga nyangka, Sawarna bener2 perjalanan panjang. Nyaris 12 jam saudara-saudara! Berangkat jam 10 malem, sampe penginapan jam 9.30.  

Selasa, 16 November 2010

Eid Mubarak...

Labbaik allahumma labbaik...
Labbaika laa syarika laka labbaik...
Innalhamda wanni'mata laka wal mulk
Laa syarikalak...

Haru. Sedih. Saat kudengar kalimat talbiah berkumandang. Mungkin aku belum punya persiapan matang untuk melaksanakan rukun Islam ke-5 itu. Tapi, keinginan dan niat itu begitu menggebu-gebu. Karena haji itu bukan hanya masalah materi. Panggilan Allah-lah yang akan menuntun hamba-Nya untuk menginjakkan kaki di tanah haram itu.

Wukuf...
Itulah puncaknya ibadah haji. Saat 2 juta manusia berkumpul, di satu titik dan di satu waktu, bersama menyeru nama-Nya, memuji asma-Nya, dan memohon pada-Nya. Kalimat istighfar, tasbih, tahmid, dan tahlil yang terus terdengar sahut-menyahut. 


Belum saat ini. Aku terus berharap dapat merasakan momen yang tidak dapat digambarkan. Saat keadaan seorang hamba begitu dekat dengan Tuhan-nya. Tidak ada pembatas untuk menjalin komunikasi langsung. Tidak ada hijab diantara keduanya.


Eid Mubarak...
Semoga kita dapat meneladani keistiqomahan Nabi Ibrahim as, ketaatan Nabi Ismail as dan ketabahan Ibunda Siti Hajar. Menepis segala kesombongan dalam diri.


Special thank's 2 seseorang yg telah membadalkan haji orang tuaku
Moga jadi haji yg mabrur

Minggu, 14 November 2010

Just Intermezoo...

(boleh dapet forward-an dari temen...lumayan buat ketawain diri sendiri ^_^)
Saat menjadi karyawan Baru...
Anda asYik menikmati alunan musik Stevie Wonder atau sejenisnya.
(Hari pertama Anda bekerja, semua berjalan mengasikan).


Setelah berjalan 3 Bulan..
Anda menikmati HOUSE MUSIC.....Ajeb. .ajeb..ajeb. .!!!
(Karena Anda terlalu sibuk dan Anda tidak yakin kapan Anda datang ato pergi)

Setelah 6 Bulan Anda Bekerja....
Anda menikmati musik HEAVY METAL....!!! !!!!
(Karena hari-hari anda dimulai dari pukul 08.00 sampai pukul 20.00)

Setelah 9 Bulan masa bekerja Anda....
Anda menikmati musik HIP HOP...
(Karena Anda mulai menjadi Gemuk!!! karena Stress dan menderita SEMBELIT...)

Setelah Setahun.....
Anda menimati musik RAP..!!!!! Ahah...Yo..yo. .Wat Sap Ma Men..!!!
(Karena mata Anda mulai terasa kejang-kejang, Anda mulai tidak peduli dengan
tata rambut Anda, mulai jatuh-jatuh dari tempat tidur, dan kafein jadi teman Anda)

Setelah 2 tahun.....
Anda menikmati musik TECHNO
Anda terbuai dalam hentakan beatnya..dan mulai terlihat GILA..!!!

Dan akhirnya setelah sekian tahun......
KERJA KERASS!!!! MAIN KERASS..!!!
KEGILAAN DALAM BEKERJA, BEKERJA DALAM KEGILAAN...! !!!

Selasa, 09 November 2010

Lagu Lama

Gawat!...
Penyakit gue kambuh lagi, sekarang malah udah sampe stadium akut!

Tanda2nya:
1. Udah 10 hari-an kerjaan ga minat banget gue pegang
2. Tidur setiap ada kesempatan di meja kerja gue
3. On line nine to five (ga jelas yang diliat)
4. Ngulang komik favorit yang udah puluhan kali dibaca
5. Kabur dari kantor buat nyalon
6. Buka lapak cemilan di meja kantor (sampe banyak semut!)
7. Pulang on time, sampe rumah langsung tepar



Oh... Hidup ga berarti banget kaya' gini.
Don't try this at home!
Mudah2an gue cepet 'sembuh'...

Sabtu, 06 November 2010

GRATISSS...

Emang tiada kata yang indah di dunia ini, selain kata GRATIS (ayo, ngaku aja!). Karena jaman sekarang susah banget cari sesuatu tanpa ada imbalannya. Mau makan, minum, pergi, tidur, bahkan pipis pun harus bayar! Kecuali itu kamar mandi punya sendiri, tapi tetep aja air harus bayar. Arghhhh...

Maka waktu gue ada kesempatan kerja di travel, yang gue bayangin adalah gue bisa umrah/haji GRATIS! Dan ga perlu nunggu waktu lama, sekitar 14 bulan kemudian gue bisa berangkat umrah (mari sama2 kita ucapkan 'Alhamdulillah!'). Dan sekitar 1 tahun kemudian, gue berangkat untuk yang ke-2 kalinya. Bahkan bisa ajak ibu (ga gratis sih, tapi lumayan dapet diskon gede). Udah gitu dapet uang saku lagi. Gimana kurang bersyukur lagi?

Umrah bareng ibu

Manusia emang ga pernah puas. Sekarang gue lagi nunggu jatah buat haji (doain ya...Amin!). Tar klo gue dah jadi haji, jadi hajjah abidin kali ya? (abidin = atas biaya dinas). Mudah2an aja suami gue nanti juga namanya bukan Abidin (hehe...). Tapi yang penting kan keikhlasannya untuk menjalankan rukun Islam ke-5 itu. Ga jadi soal biayanya dari mana, yang penting halal.

Karena hidup tuh mahal, jangan sia2in apa yang ada. Jangan sampe hidup mubadzir, bisa2 jadi temennya setan!. Yang pasti, belajar hidup hemat, lebih baik lagi kalo' bisa gratis. So, manfaatkan sekitar kita. Kalo' temen punya mobil, bisa dimanfaatkan tumpangannya. Atau temen punya makanan, bisa diberdayakan saat lagi kelaperan. Tapi, jangan lupa buat gantian, malu jadi parasit terus dong!

Patungan bayar makan, hidup pengiritan!

Jumat, 05 November 2010

Kolam Cappuccino

Yah...Brown Canyon
 
Green Canyon atau Cukang Taneuh harusnya sih warna ijo (ya iyalah namanya aja pake kata Green ;). Tapi... taraaaaa... kita kuciwa berat, ternyata pas kesana baru aja malam sebelumnya hujan turun. Jadi deh kaya' begini dan lebih cocok dinamain Brown Canyon alias kolam cappuccino. Dan bisa kembali seperti semula kalo' ga ada hujan minimal 3 hari -_-

Tapi, namanya backpacker (baca: ogah rugi), pantang mundur deh walaupun kata tukang perahu arusnya lagi deras. Dengan menyewa 3 perahu untuk 19 orang yang masing2 75.000/perahu, kita mulai menyusuri aliran cappuccino itu. Wow... takjub kita semua dengan suguhan pemandangan yang masih alami. Kiri-kanan kulihat saja banyak pohon cemara, ups salah, ga tau deh pohon apa, tapi masih rimbun banget plus tebing2 tinggi dan gemericik air terjun yang bikin berasa di surga (sotoy :D).


Sayang beribu sayang, kita ga bisa menyusuri sampai ke hulu berhubung arus yang sangat deras. Dan tukang perahunya pun, ga menyarankan kita untuk kesana. Baiklah, sama aja jemput maut tuh. Sampai di batas aman, kita turun dari perahu dan naik ke batu besar. Satu per satu mulai terjun bebas ke kolam cappuccino. Ga masalah untuk yang ga bisa berenang (kaya' gue!), kita semua pake' pelampung. So, tinggal pasang gaya pasrah aja, terserah arus membawa kita kemana. Dan yang pasti, sambil menyelam minum cappuccino deh!

Rame2 nyemplung di kolam cappuccino

Suatu saat gue harus-kudu-musti-wajib balik lagi kesana pas bener2 green. Ayo, siapa mau ikut?

Kamis, 04 November 2010

Cinta Satu Malam


Jauh2 hari dah rencanain mo ke Green Canyon, gara2 ngiler denger cerita dan liat foto dari blog temen di FBI. Asli, keren banget! Maka dengan modal nekat (bolos kerja!) plus duit segepok (abis gajian), gue bersama2 segerombolan 18 cewek-cowok memulai perjalanan irit pake' kereta ekonomi api Serayu malam menuju Banjar dengan tiket seharga 20.000. Untung ga nyari yang lebih murah lagi, bisa2 segerbong bareng kambing kali!

Alhamdulillah, melewati perjalanan yang melelahkan, 9 jam-an duduk di bangku keras 90 derajat siku2, bikin pantat (ups!) tepos dan pinggang bengkok seketika gara2 susahnya cari posisi wenak buat pejamin mata. Belum lagi seliweran penjual yang ga ada abis2nya. Mulai dari aqua, popmie, buku2 doa, boneka sampe alat pijit yang mirip sendal refleksi seharga 1000 perak (gue curiga jangan2 itu ngambil dari potongan karpet di tempat wudhu mesjid2 ;). Eh, ada temen seperjalanan yang tiba2 inget anaknya waktu liat penjual boneka. Dan belilah dia boneka anak kucing yang lucu (Latifu, kamu emang ayah yang baik, so sweet...). Gawatnya, dia mupeng lagi waktu ada penjual boneka lain yang segede alaihim lewat. Untungnya dia ga jadi beli setelah kita yang cewek2 mencela abis2an. Belum selesai sampai situ, menit2 terakhir kita mau turun, ada ekstra 'hiburan' dari pengamen waria yang dengan semangatnya nyanyi Cinta Satu Malam pake' suara 1 dan 2 (maksudnya pake suara cewek sekaligus suara cowok ditiap akhir bait). Semangat nyanyi, goyang, plus colak-colek (maaf ya, emang kita sabun...)

Berangkat sekitar jam 20.30 dan sampai di stasiun Banjar 05.45 keesokan harinya. Bener2 perjalanan yang 'indah' dan cocok banget dikenang pake lagu Cinta Satu Malam.
Cinta satu malam
oh, indahnya...
Cinta satu malam
buatku melayang...(gara2 ga bisa tidur bikin kepala senat-senut)


Pose keren setelah disiksa semaleman di KA Serayu Malam

Rabu, 03 November 2010

newbie Backpacker...

Oh My God... Hare gene baru mulai backpacker-an! Hehehe...
Maklumlah saat ini (dah kerja), baru ada kesempatan (dan keberanian!). Ya iyalah, pertama dah punya duit sendiri buat ongkos jalan2. Ini jadi salah satu cara asik buat ngabisin duit bonus (horeee!). Kedua, ga diomelin ortu gara2 bolos sekolah atau kuliah (paling2 diomelin bos -_-), lebih tega cari2 alesan buat ambil cuti kan daripada boongin ortu (takut kualat!). Ketiga, ga takut lagi diculik. Kenapa ya ortu sering nakut2in bakal diculik genderuwo kalo' gue main jauh2? Bikin parno aja.

Tapi ga ada tuh yang namanya kata terlambat buat mencoba sesuatu. Umur 25 ini baru coba jalan2 ala backpacker. Abis, mo nyoba ala koper, apalah daya keuangan kurang mendukung (kasian banget!). Ga lucu juga, masa naik becak sambil geret2 koper, ga matching gitu loh. Trus kalo' gendong2 ransel itu siapa sangka umur gue dah segini. Pasti disangka kaya' anak SMA baru pulang camping (ngarep.com).

Backpacker-an emang bener2 bikin nagih. Walaupun badan babak belur, kaki terpincang2, tangan besot2, tapi bener2 ngangenin. Ga masalah deh sampe rumah jam 4 pagi dan jam 7 udah harus berangkat kerja. Masih bisa disiasatin koq, numpang tidur di kantor (sorry boss!).

And thank's God yang udah sukses temuin dengan sahabat2 baru yang baik dan menyenangkan. Sabar tungguin gue yang super lelet waktu trekking (maklum faktor U -uzur-), bantuin waktu berkali2 kepleset, narik waktu gue keberatan bawa body (ternyata gue belom setipis Paris Hilton!). Saat2 bersama kalian ga bakalan bisa gue lupain.

Btw, next trip kemana ya? Let's prepare ur backpack!


Saat2 masih ngerasain pegel linu dan tergantung sama counterp**n
3 Nov 2010